Jumat, 29 April 2011

Dida C.U.T.S: It's Ok Without Drugs

Tanpa Narkoba kalian masih seseorang yang keren kok.  "It's ok without drugs, folks.."  
  
Di edisi terakhir bulan April 2011 ini kami kembali menampar kamu dengan satu testimonial keren dari seseorang yang juga keren. Please welcome our Good Clean Fun Friend, Dida Kurnia Prawira. Who the hell is Dida, anyway? Untuk kamu yang mengikuti perkembangan musik di scene indie negeri ini tentunya kamu akan tahu dengan band bernama C.U.T.S (Caustic.Ultraist.Tottaly.Slice). Yup, Dida adalah salah satu punggawa dari band jebolan L.A Indie Fest itu. Kepada Drug Free Youth Indonesia (selain bercerita tentang drugs), pria yang juga mahir bermain drum ini berbagi tentang hobi barunya yaitu bermain Fingerboard, salah satu aktivitas fun yang bisa jadi pilihan bagus ketimbang sibuk mencari cara bersenang-senang dengan obat-obatan terlarang. Seperti apa keseruan bincang-bincang kami dengan Dida yang mengaku tidak tertarik dengan drugs ini? Membaca testimonial dibawah ini sambil menikmati juice buah-buahan di siang hari lebih disarankan. Enjoy !!

Minggu, 24 April 2011

Nadya Fatira: Pernah Bergaul Dengan Drugs Karena Skripsi

"FYI tiap hari gue cuma minum air putih, bahkan teh atau kopi pun enggak, gue gak ngerokok APALAGI mengkonsumsi drugs"

Memulai karier bermusiknya dengan menjadi seorang vokalis salah satu band indie kota Bandung, kini cewek 25 tahun ini melangkah sebagai penyanyi solo. Ya, itulah Nadya Fatira. Si penyuka KT.Tunstal, Natalie Imbruglia dan Imogen Heap yang sempat berkibar bersama band dance rock bernama Inspirational Joni itu kini menyandang status sebagai penyanyi solo.  Berbekal kantung album perdananya yang diberi ngaran My Story, Nadya merupakan salah satu young female soloist yang patut diperhitungkan di kancah musik nasional. Pelantun lagu berjudul Go Away yang merupakan alumnus FISIP UNPAD ini usut punya usut pernah berhubungan erat dengan Narkoba. Wow, seperti apa hubungan erat cewek yang mahir bermain gitar itu dengan Narkoba? Jangan lewatkan bincang-bincang kami dibawah ini.

Rabu, 13 April 2011

Kampanye Ibu Jari, New Wave Campaign ala Drug Free Youth Indonesia

Dalam sebuah pertandingan sepakbola sudah menjadi suatu keharusan bagi setiap tim untuk menerapkan strategi dalam usahanya meraih sebuah kemenangan. Di Belanda dikenal istilah Total Football dengan strateginya yang mengandalkan serangan cepat, di Italia dikenal gaya Catenacio yang mengandalkan strategi bertahan atau gaya Jogo Bonita (sepak bola indah) milik Brazil yang mengandalkan skill individu dan permainan atraktif nan menghibur. Strategi memiliki peranan penting dalam meraih tujuan.  Bukan hanya soal sepakbola, strategi pun digunakan di berbagai bidang pekerjaan. Begitu pula dengan usaha mencapai tujuan dari sebuah pergerakan sosial macam Drug Free Youth Indonesia ini. Strategi awal Drug Free Youth Indonesia dalam usaha memasarkan  ide gerakan Anti Narkoba ini bernama strategi New Wave Campaign (NWC). Taukah kamu taktik dan strategi macam apa NWC itu? 

Arlan: Lepas Dari Drugs Karena Musik

Semua berawal dari diri sendiri dan keinginan untuk sembuh. Pastinya dibantu penuh oleh orang terdekat seperti keluarga dan musik !

Kalau kamu rajin nonton acara musik televisi atau setidaknya ngupingin radio, sudah barang tentu familiar dengan lagu berjudul "Perempuan Gila" yang dinyanyikan oleh solois muda bernama Arlan Djoewarsa. Arlan yang ex-vokalis band Mary Jane ini memang sedang rajin wara-wiri di tv dan radio. Eits, bukan ramai dibicarakan karena kasus Narkoba seperti yang menimpa rekan musisi belantika yang satu itu lho, melainkan tentunya dalam rangka promo album solo perdananya. Ngomong-ngomong soal Narkoba, siapa yang sangka Arlan pernah berurusan dengan Rumah Sakit karena zat haram ini. Penasaran seperti apa cerita Arlan tentang Narkoba? Fasten your seatbelt then check this one out: 

Minggu, 03 April 2011

Febby Tan: Multitalenta Tanpa Narkoba

Menyenangkan adalah bertemu dengan seorang anak muda yang energik, kreatif, punya banyak kabisa dan memiliki cara pandang yang cerdas. Itulah yang terjadi saat kami bisa mengenal bahkan berbincang-bincang dengan seorang Febby Iriani Tan a.k.a Visualgroove. Mahasiswi Binus International yang juga berprofesi sebagai seorang grafis/web designer muda asal Jakarta. Sebagai seorang grafis/web designer Febby tidak bisa dipandang sebelah mata, sejak tahun 2007 Febby sudah memulai portofolionya dengan banyak klien dari dalam dan luar negeri baik individu maupun agensi. Sedangkan kariernya di dunia musik pun cukup bersinar sebagai penggebuk drum perempuan di beberapa band dan project musik lainnya. Sebuah pencapaian luar biasa yang patut diacungi jempol untuk seorang mahasiswi angkatan 2008. Mau tau cerita Febby Tan tentang Narkoba dan cara ia bersenang-senang? Simak bincang-bincang kami di bawah ini.

Jumat, 01 April 2011

We Are GOOD-CLEAN-FUN Generation

Mari ucapkan selamat datang untuk bulan April yang lebih baik. Di bulan ke-4 nya Drug Free Youth Indonesia kembali mengusung sebuah creative campaign yang kini diberi tajuk #GOODCLEANFUN. Sebuah kampanye kreatif yang terinspirasi dari nama sebuah band hardcore/punk asal Washington DC ini bermaksud untuk menunjukan cara bersenang-senang dan melakukan berbagai hal menyenangkan tanpa Narkoba. 

Dalam beberapa obrolan kami dengan beberapa teman yang pernah bergaul dengan Narkoba, banyak diantara mereka menyebutkan: "Ingin tampil percaya diri di atas panggung, Butuh ketenangan dalam menghadapi masalah, Atau menginginkan penunjang kesenangan saat berpesta" sebagai alasan mereka menggunakan zat illegal tersebut. Ah, miris sekali rasanya karena fakta menunjukkan terdapat daftar panjang cara menyenangkan untuk mendapatkan itu semua tanpa bantuan (jangka pendek) Narkoba.